top of page

All about Tangguh LNG

Tangguh, Free Website, Helfia in LNG World, Life Inspiration
14IMG_20140526_080310.jpg
Where is Tangguh LNG Site?

Helfia Nil Chalis - July 2012

 

Tangguh LNG Site is located at Bintuni Bay, West Papua, Indonesia. Before the plant was built, there were about 100 families lived at the area. The company built a new home for them and moved them to the west side of the LNG plant area. The area is called Tanah Merah Baru. Babo is the nearest town from the plant. It takes one hour by boat or 15 minutes by chopper. Babo was an abandoned air strip built during the world war II.  If you travel from Jakarta to Tangguh LNG Site, you should take company charter flight leaving from Halim Perdana Kusuma Airport at 22.00. You will arrive at Biak early in the morning 5 am Papua time. You then should take smaller air plane such as Dash-8 or Skyvan to Babo. To go to Tangguh LNG Site from Babo you should take speed boat or chopper.  ​You will arrive at Tangguh LNG site around 9 AM local time.

Kilang LNG Tangguh terletak di Teluk Bintuni, Papua Barat, Indonesia. Sebelum kilang dibangun, sudah ada 100 kepala keluarga yang tinggal di lokasi tersebut. Perusahaan membangunkan tempat tinggal baru bagi mereka dan memindahkan mereka ke sebelah barat dari area kilang LNG. Daerah ini bernama Tanah Merah Baru. Babo adalah kota kecil yang terdekat dari kilang. Perlu waktu satu jam dengan boat atau 15 menit dengan helikopter untuk mencapai tempat ini. Babo adalah landasan pesawat terbang yang telah tidak digunakan lagi peninggalan perang dunia ke dua. Jika anda bepergian dari Jakarta ke Kilang LNG Tangguh, anda harus naik pesawat carter berangkat dari Airport Halim Perdana Kusuma pada jam 10 malam. Anda akan tiba di Biak pagi sekali jam 5 waktu Papua. Anda kemudian harus naik pesawat kecil seperti Dash-8 atau Skyvan ke Babo. Untuk ke Site LNG Tangguh dari Babo ada harus naik speed boat atau helikopter. Anda akan tiba di Site LNG Tangguh sekitar jam 9 pagi waktu setempat.

14IMG_20140203_113006.jpg
14IMG_20141110_080011.jpg
What is Tangguh LNG?

Helfia Nil Chalis - July 2012

Tangguh LNG is a name of an LNG Site located at Bintuni Bay, West Papua, Indonesia. It is an LNG manufacturing company operated by BP Berau Ltd, a subsidiary of BP (previously known as British Petroleum). LNG is an abbreviation of Liquefied Natural Gas. It is literally natural gas which is cooled to a temperature of 160 deg C below zero degree to change its phase from gaseous form to liquid. A temperature below 100 deg C is also called cryogenic temperature. At this temperature LNG is at quite stable in liquid form.

LNG Tangguh adalah nama Site LNG di Teluk Bintuni, Papua Barat, Indonesia. Sebuah perusahaan manufaktur yang dioperasikan oleh BP Berau Ltd, sebuah perusahaan bagian dari perusahaan multi nasional BP (sebelumnya dikenal sebagai British Petroleum). LNG adalah kependekan dari Liquefied Natural Gas yaitu gas alam yang didinginkan pada temperatur -160 der C untuk mengubahnya dari fasa gas ke bentuk cair. Temperatur di bawah -100 der C disebut juga dengan temperatur kriogenik. Pada temperatur ini LNG berada stabil dalam bentuk cair.

Tangguh, Free Website, Helfia in LNG World, Life Inspiration
Tangguh, Free Website, Helfia in LNG World, Life Inspiration

Tangguh LNG Facility
Helfia Nil Chalis July 2012

Tangguh LNG has two process trains. Train-1 and Train-2 have installed capacity of 3.8 million tons per annum each or 7.6 mpta total. Gas supply is taken from two platforms VRA and VRB. Both platforms located north of LNG site at Bintuni bay approximately 14 km from shore. VRA platform has 6 wells while VRB platform has 9 wells. Each well has installed capacity of 240 MMSCFD gas production. Each platform is connected to onshore receiving facility with 24" pipeline. Each pipeline has capacity of transporting gas at 1050 MMSCFD.

Kilang LNG Tangguh memiliki dua train. Train-1 dan Train-2 memiliki kapasitas masing-masing 3,8 juta ton pertahun atau 7,6 juga ton pertahun total. Pasokan gas diambil dari dua platform VRA dan VRB. Kedua platform terletak di sebelah utara dari site LNG di Teluk Bintuni berjarak sekitar 14 km dari pantai. Platform VRA memiliki 6 sumur sedangkan VRB memiliki 9 sumur. Masing-masing sumur memiliki kapasitas terpasang produksi gas 240 MMScfd. Setiap platform dihubungkan ke Onshore Receiving Facility (ORF) di pantai dengan pipa berukuran 24". Masing-masing pipa memiliki kapasitas untuk mengalirkan gas sejumlah 1050 MMScfd.

How much gas is required to feed both Train-1 and Train-2 at maximum rate? It is approximately 1,400 MMSCFD. In other word, one pipeline could supply 1.5 trains. Is there any minimum rate that we must maintain through the pipeline? Yes, there is or otherwise an accumulation of hydrocarbon condensate might be formed in the pipeline in particular at the low points under the water, If we let this happens, the pipeline could be blocked by hydrocarbon condensate and gas could not be transferred through the pipeline any more.

Berapakah kebutuhan gas untuk memasok kedua kilang Train-1 dan Train-2 pada rate maksimumnya? Sekitar 1400 MMScfd. Dengan kata lain, satu pipa bisa untuk memasok 1,5 train. Apakah ada rate minimum yang kita harus jaga lewat pipa tersebut? Iya, ada batasan minimumnya karean kalau tidak diperhatikan bisa terjadi penumpukan kondensat hidrokarbon di dalam pipa khususnya di lokasi pipa yang rendah di dalam air. Jika kita biarkan kondensat hidrokarbon ini bisa menyumbat aliran gas lewat pipa.

bottom of page